0



Sikap manusia dalam menghadapi musibah ada beberapa tingkat.

Tingkat pertama adalah marah.

Hal ini pun ada beberapa macam.

1. Marah dengan hati.

Ia seolah-olah marah kepada Tuhannya dan berang terhadap takdir yang ditetapkan Allah.

Bersikap seperti ini haram karena dapat menyebabkan kekafiran.

Allah berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةَ

“Di antara manusia ada yang menyembah Allah menurut seleranya.
Apabila ia mendapatkan kebaikan, hatinya merasa tenang.
Akan tetapi, apabila ia mendapat cobaan buruk, ia memalingkan wajahnya.
Rugilah dunia dan akhiratnya.” (Qs. al-Hajj: 11).

--

2. Marah dengan lisan,

seperti menyerukan kata-kata:
“alangkah celakanya,”

“duhai binasanya,”

dan kata-kata lain yang serupa.

Bersikap seperti ini adalah haram.

--

3. Marah dengan tindakan,
seperti menampar muka, merobek-robek baju, menjambak rambut sendiri, dan lain-lain.

Bersikap seperti ini haram karena menyalahi sikap wajib bersabar.
--

Tingkat kedua adalah sabar, seperti yang dikatakan penyair,

“Sabar, seperti namanya, adalah sesuatu yang pahit dirasakan, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu.”

Seseorang menganggap sesuatu itu berat bagi dirinya, tetapi ia tetap menerimanya,

ia tidak suka yang berat itu terjadi pada dirinya, namun ia menjauhkan diri dari sikap marah demi menjaga imannya.

Demikianlah, karena terjadinya atau tidak terjadinya sesuatu tidaklah sama baginya.

Bersikap seperti ini wajib karena Allah telah memerintahkan untuk berlaku sabar, sebagaimana firman-Nya,

وَاصْبِرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ

“Bersabarlah kalian. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Qs. al-Anfal: 46).

--

Tingkat ketiga adalah ridha, yaitu seseorang ridha terhadap musibah yang menimpanya bagaimana pun keadaannya.

Ia tidak merasa berat atas adanya musibah dan tidak menerimanya sebagai sesuatu yang berat.
Menurut pendapat yang kuat, bersikap seperti ini hukumnya boleh, tidak wajib.

Sangat jelas perbedaan tingkat ketiga dengan tingkat sebelumnya
karena pada tingkat ini ada atau tidak adanya musibah diterimanya dengan ridha.
Adapun pada tingkat sebelumnya, musibah itu dianggapnya sebagai sesuatu yang berat, namun ia menghadapi dengan sikap sabar.

--

Tingkat keempat, adalah syukur.

Inilah tingkatan tertinggi.
Ia bersyukur kepada Allah dalam menghadapi musibah karena ia menyadari bahwa musibah yang menimpanya menjadi sebab terhapusnya dosa-dosanya dan barangkali dapat memperbanyak pahalanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Apa pun bentuk musibah yang menimpa seorang muslim,

niscaya akan Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa dari dirinya,

sekalipun sebatang duri yang menancap pada dirinya.”

(Syaikh Ibnu Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rasail, juz 2, hal. 109-111)

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah.. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan.. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, di lemparnya uang. 1.000-an rupiah yang jatuh tepat di sebelah si pekerja..Si pekerja hanya memungut uang Rp 1.000 dan melanjutkan pekerjaanya..

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.. Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.....

Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita,ALLAH selalu ingin menyapa kita,akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur.. !!!!!Bahkan lebih sering kita tidak mau tau dari mana rejeki itu datangnya····

Bahkan kita selalu bilang····· kita lagi "HOKI!"Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik ALLAH .

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah! agar kita mau menoleh kepada ALLAH.

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Suatu hari Imam Al Auza`i melintasi seorang pedagang bawang di kota Bairut.

Betapa terkejutnya beliau ketika mendengar promosi pedagang bawang tersebut.

Pedagang itu menawarkan bawangnya dengan berkata:

"Aduhai bawang yang lebih manis dibanding madu."

Spontan Imam Al Auzai mengomentari promosi tersebut dengan berkata:

"Subhanallah, apakah pedagang itu mengira bahwaada dusta yang dibenarkan?"

nampaknya pedagang itu merasa tidak bermasalah bila dirinya berdusta.

(al bidayah wa an nihayah oleh Ibnu Katsir 10/126)

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Ketika kepala anda pusing seakan berputar tujuh keliling.

Ketika badan anda terasa sakit, seakan ditusuk tusuk duri.

Di saat anda berhadapan dengan masalah dalam rumah tangga.

Sewaktu anda menghadapi kesulitan dalam pekerjaan.

Apakah hal pertama yg anda lakukan?

Mencai obat,
Pergi ke dokter,
konsultan,
saudara
untuk berkeluh kesah,

atau
segera menengadahkan kedua tangan anda memohon kepada Allah?

Sejatinya manakah sumber solusi yang senantiasa anda prioritaskan?

Obat atau Allah?

Konsultan atau Allah?

Saudara atau Allah?

Namun mengapa betapa seringnya Allah menjadi tempat pengaduan terakhir anda?

Simaklah janji Allah berikut:

ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﺩﻋﻮﻧﻲ ﺃﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﺘﻜﺒﺮﻭﻥ ﻋﻦ
ﻋﺒﺎﺩﺗﻲ ﺳﻴﺪﺧﻠﻮﻥ ﺟﻬﻨﻢ ﺩﺍﺧﺮﻳﻦ

Dan Tuhan kalian berfirman: berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan permintaanmu.
sejatinya orang2 yg merasa enggan untuk beribadah( berdoa) kepada-Ku niscaya akan masuk neraka dalam kondisi terhinakan.

(Ghafir 60)

--

Selama ini solusi doa, baru menjadi solusi
"COBA COBA (kali aja bisa)",

"SIAPA TAHU (aja berhasil)",

"BARANGKALI (bisa keluar dari masalah ini)",

"DARI PADA TIDAK (pernah berdoa sama sekali, ya berdoa aja kepada Alloh)...."

Ya Allah limpahkanlah keimanan kepada kami semua.

-Ditulis ulang dari nasehat
ust. Dr Muhammad Arifin Badri -

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Seseorang bertanya kepada al-Hasan albashri:

“Mengapa orang-orang yang shalat tahajjud memiliki wajah paling cerah di antara
manusia lainnya?’,

ia menjawab:‘Karena mereka menyendiri dengan sang Maha Pengasih, lantas
Dia mengenakan kpd mereka cahaya dari cahaya-Nya’.”

Dan ia juga berkata:
“Sesungguhnya seorang laki-laki telah berbuat dosa sehingga dg itu benar-benar ia tidak mampu untuk shalat tahajud.”

--

Ada seorang laki-laki berkata kepada seseorang yg shalih:
“Aku tidak bisa bangun untuk shalat tahajud, bagaimana cara mengatasinya?’

ia menjawab:
‘Janganlah engkau bermaksiat kepada-Nya pada waktu siang, niscaya Dia akan menghadapkanmu di hadapan-Nya waktu malam.”

--

Diriwayatkan dari Sufyan ats-Tsauri bahwasanya beliau berkata:
“Aku tidak bisa shalat tahajjud selama lima bulan sebab sebuah dosa
yang telah aku lakukan.”

--

Ibnul Mubarak menuturkan sebuah syairnya:

Tatkala malam telah gelap, mereka berusaha menahan kantuk tanpa belas..
Mereka tampak bersinar sedangkan manusia lain tetap tidur pulas..

Perasaan takut mengibaskan rasa kantuk sehingga mereka pun bangun tanpa malas..

Disaat yg sama banyak manusia lain yang merasa aman sehingga tetap tidur pulas..

--

Abu Sulaiman berkata:

“Orang-orang yang bangun malam terasa lebih nikmat daripada kondisi orang-orang lain saat dalam kelalaian mereka, kalaulah bukan karena malam, niscaya aku tidak ingin hidup didunia.”

--

Semoga nasehat nasehat ulama` diatas dapat menjadi pembuka mata kita disaat lengket untuk dibuka diheningnya malam, disaat seorang hamba diberi kesempatan istimewa untuk bermunajatt dg penciptanya..

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


"Tradisi Yahudi & Nasrani Dalam Pemakaian Kerudung" by @Irena_Handono

Menarik sekali jawaban Menteri Dalam Negeri Italia, Giulliano Amato, menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia, 2010 lalu.


Kelompok ekstrim sekuler tersebut menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia.

Giulliano Amato: "Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya .......

.......... untuk menentang kerudung kaum Muslimah? Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung ....

...... Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini....?"

Wanita,berbusana longgar panjang dari leher hingga kaki&kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah

Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung.

Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandangan Yahudi & Kristen dalam memandang kerudung (penutup kepala).

Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature,

menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala bahkan harus menutup hampir seluruh muka,

dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno ,

Kata pendeta Yahudi kuno: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala"

dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,"

dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya.

Mengapa dilarang? karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang".

Dr Brayer juga mengatakan"Selama masa Tannaitic,wanita Yahudi yg tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya.

Dr.Brayer melanjutkan, "Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya.

Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya.

Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (dimuat dalam tulisan S. W. Schneider, 1984, hal 237).

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler.

Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi).

Content from Twitter

Nah, kemudian, kerudung dalam Tradisi Kristen.

Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia, sebelum 80-an, pakaian biarawati adalah jilbab,

pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Dulcemaria?).

Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis.

Kerudung panjang pada biarawati yang menutup dada, kemudian berubah menjadi kerudung sbg penutup rambut dan leher terbuka.

Padahal menutup kepala atau berkerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW.

I Korintus 11:5 "Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya .......

...... sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya."

I Korintus 11:13 "Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?"

St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis:"Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan,

.... demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing .......

..... dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja.

Maka, silakan, apa penyimpulan ananda mengenai #kerudung ? Masihkah ananda belum mau mengenakannya, padahal Yahudi saja mengharuskannya?

Kita, umat Islam, yg dianugerahi Al-Qur`anul Karim & sunnah Rasulullah SAW, lebih mengatur hukum tentang berhijab. Mari berhijab scr kaffah.

Mudah-mudahan sedikit yang disampaikan pagi ini, mampu membuka mata batin ananda yang belum berhijab, untuk segera berhijab.

Ummat yang memegang risalah yang sempurna, hendaknya melaksanakannya dengan sepenuh hati pula.

Dikirim pada 05 Maret 2013 di Gambleh


Ketika anda akan menikah dgn seseorang , ataupun saat ini anda sdh terikat dalam sebuah pernikahan.
Tentunya pernikahan itu melewati proses AKAD-NIKAH bukan?
Yang intinya berbunyi ;
``Aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,``

Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna `perjanjian/ikrar`` tersebut ?
Ini diaa -->

``Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku``.

Jika aku GAGAL?
``maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku``.
(Hadist Riwayat Muslim)

Duhai para istri,,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arti_nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat oleh manusia di depan RABB nya, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Kita semua tau betapa besarnya pengorbanan dan tanggung jawab/beban sang ayah, atau laki-laki !!

Jangan baring ketika azan, nanti jenazah kita berat. Dan, jangan bercakap ketika azan, nanti kita tak dapat mengucap ketika hendak meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda "Sebarkan walaupun sepotong daripada ayatku"

Dikirim pada 25 Februari 2013 di Gambleh


Assalamu`alaykum...

Seorang ibu dari jemaah-ku bertanya ...

Jemaah :" Kang, bagaimanan kalau seorang anak"ingkar" ?,
padahal bapaknya seorang kiyai..."
Kang Dwin:" Jangankan kiyai..anak Nabi Nuh saja ingkar..."
"Nabi Luth... anak istrinya ingkar kepada ALLAH..."
"Nabi Ibrahim.....ayahnya yang ingkar kepada ALLAH.."
Jemaah :"....."
Kang Dwin:" apalagi hanya seorang kiyai..."

Setiap orang memiliki ujian masing-masing dari ALLAH...

...ada orang yang diuji dengan KEKURANGAN HARTA...
.....ada yang diuji dengan KELEBIHAN HARTA...
.......ada yang diuji dengan JABATANYANYA..
.........ada yang diuji dengan ISTRINYA...
...........ada yang diuji dengan ANAKNYA...
..............ada yang diuji TIDAK PUNYA ANAK...

Kita hanya manusia biasa dan bisa khilaf...
Bahkan Nabi Adam, bapak dari seluruh manusia yang ada di bumi dan pernah tinggal di syurga saja....bisa khilaf, apalagi kita...?

ISLAM sudah mengajarkan...
Walaupun seorang tokoh khilaf...
Kita tidak boleh membela hanya karena satu golongan...

Walaupun anak seorang pejabat yang khilaf...
Hukum harus ditegakkan sama seperti kepada rakyat biasa...

Sebagaimana ...
Rasulullah mengatakan " kalau saja putriku didapati mencuri, maka aku yang akan melakukan hukuman baginya..."

Begitupun...
Saat Presiden Umar bin Khatab diuji karena putera tercintanya melanggar hukum sehingga harus dilakukan hukum cambuk 100x....
Ayahnyalah yang melaksanakan hukum cambuk kepada sang buah hati....hingga puteranya wafat karena kehabisan darah...
Dan...
Sebelum Sang Presiden Umar wafat, beliau berucap...
"...maafkan ayah Nak...hal ini sangat berat untukmu dan untukku, tapi ini yang terbaik untukmu dan untuku dihadapan ALLAH kelak..."

Saudaraku...
Jangankan Kiyai...orang yang lebih mulia saja diuji dgn anaknya...
Bahkan keadilan harus tetap ditegakkan dengan tangannya sendiri...walaupun terhadap puteranya tercinta...

...Bagaimanakah dengan pejabat negri ini...?


Semoga bermanfaat.

Wassalamu`alaykum...
Kang Dwin
http://www.facebook.com/kang.dwin

Dikirim pada 25 Februari 2013 di Gambleh


Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung. "Untuk apa ?" tanya sang ayah. "Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil. "Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.
Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa." Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja." Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang." "Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."
Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya. "Hadiah apa nih?" "Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang."
Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal ?" Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."
Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. "Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !"
~~~
Perspektif
Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ? Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.
Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda.
Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.
Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong...........

Penulis: Sandman

Selamat bekerja ..............................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tetap Semangat .................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dikirim pada 22 Februari 2013 di Gambleh


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Saudaraku,

Ada banyak kearifan filosofi cara-cara sikap hidup positip dan Atitude yang baik yang dapat kita serap dari semua sisi :

Jika telur pecah oleh kekuatan luar. . Kehidupan-pun segera berakhir.
Jika telur pecah dari dalam. Maka kehidupan segera dimulai.
Hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

Ketika Anda mempercayai seseorang percayai dia sepenuhnya tanpa keraguan. . Pada akhirnya Anda akan mendapatkan salah satu dari dua hal berikut : Entah pelajaran berharga bagi hidup Anda atau Anda akan segera mendapatkan seseorang yang sangat baik . .

Prajurit: "Pak, kita dikelilingi oleh musuh dari semua sisi . . !!"
Komandan: "Excellen t!! Kita dapat segera menyerang mereka dari segala arah . . !!"

Saya mendengar dan saya lupa.
Saya melihat dan saya ingat.
Saya lakukan dan saya Memahami.

Semoga bermanfaat . .

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Amriwansyah Kumara

Dikirim pada 21 Februari 2013 di Milis Pengusaha Muslim
Awal « 1 2 3 4 » Akhir


connect with ABATASA