0
Dikirim pada 05 Maret 2013 di Gambleh

"Tradisi Yahudi & Nasrani Dalam Pemakaian Kerudung" by @Irena_Handono


    Menarik sekali jawaban Menteri Dalam Negeri Italia, Giulliano Amato, menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia, 2010 lalu.

    
    Kelompok ekstrim sekuler tersebut menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia.
    
    Giulliano Amato: "Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya .......
    
    .......... untuk menentang kerudung kaum Muslimah? Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung ....
    
    ...... Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini....?"
    
    Wanita,berbusana longgar panjang dari leher hingga kaki&kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah
    
    Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung.
    
    Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandangan Yahudi & Kristen dalam memandang kerudung (penutup kepala).
    
    Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature,
    
    menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala bahkan harus menutup hampir seluruh muka,
    
    dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno ,
    
    Kata pendeta Yahudi kuno: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala"
    
    dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,"
    
    dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."
    
    Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya.
    
    Mengapa dilarang? karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang".
    
    Dr Brayer juga mengatakan"Selama masa Tannaitic,wanita Yahudi yg tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya.
    
    Dr.Brayer melanjutkan, "Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."
    
    Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya.
    
    Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.
    
    Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya.
    
    Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (dimuat dalam tulisan S. W. Schneider, 1984, hal 237).
    
    Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler.
    
    Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi).
    
    Content from Twitter

    Nah, kemudian, kerudung dalam Tradisi Kristen.
    
    Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia, sebelum 80-an, pakaian biarawati adalah jilbab,
    
    pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Dulcemaria?).
    
    Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis.
    
    Kerudung panjang pada biarawati yang menutup dada, kemudian berubah menjadi kerudung sbg penutup rambut dan leher terbuka.
    
    Padahal menutup kepala atau berkerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW.
    
    I Korintus 11:5 "Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya .......
    
    ...... sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya."
    
    I Korintus 11:13 "Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?"
    
    St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis:"Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan,
    
    .... demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing .......
    
    ..... dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."
    
    Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja.
    
    Maka, silakan, apa penyimpulan ananda mengenai #kerudung ? Masihkah ananda belum mau mengenakannya, padahal Yahudi saja mengharuskannya?
    
    Kita, umat Islam, yg dianugerahi Al-Qur'anul Karim & sunnah Rasulullah SAW, lebih mengatur hukum tentang berhijab. Mari berhijab scr kaffah.
    
    Mudah-mudahan sedikit yang disampaikan pagi ini, mampu membuka mata batin ananda yang belum berhijab, untuk segera berhijab.
    
    Ummat yang memegang risalah yang sempurna, hendaknya melaksanakannya dengan sepenuh hati pula.



Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com


Dikirim pada 05 Maret 2013 di Gambleh
comments powered by Disqus
Profile

Just ordinary people More About me

Daftar Paste
Quotes
Jam
All The World
Baby
    <
musik



    Nasyidku
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 250.261 kali


connect with ABATASA