0



Sikap manusia dalam menghadapi musibah ada beberapa tingkat.

Tingkat pertama adalah marah.

Hal ini pun ada beberapa macam.

1. Marah dengan hati.

Ia seolah-olah marah kepada Tuhannya dan berang terhadap takdir yang ditetapkan Allah.

Bersikap seperti ini haram karena dapat menyebabkan kekafiran.

Allah berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةَ

“Di antara manusia ada yang menyembah Allah menurut seleranya.
Apabila ia mendapatkan kebaikan, hatinya merasa tenang.
Akan tetapi, apabila ia mendapat cobaan buruk, ia memalingkan wajahnya.
Rugilah dunia dan akhiratnya.” (Qs. al-Hajj: 11).

--

2. Marah dengan lisan,

seperti menyerukan kata-kata:
“alangkah celakanya,”

“duhai binasanya,”

dan kata-kata lain yang serupa.

Bersikap seperti ini adalah haram.

--

3. Marah dengan tindakan,
seperti menampar muka, merobek-robek baju, menjambak rambut sendiri, dan lain-lain.

Bersikap seperti ini haram karena menyalahi sikap wajib bersabar.
--

Tingkat kedua adalah sabar, seperti yang dikatakan penyair,

“Sabar, seperti namanya, adalah sesuatu yang pahit dirasakan, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu.”

Seseorang menganggap sesuatu itu berat bagi dirinya, tetapi ia tetap menerimanya,

ia tidak suka yang berat itu terjadi pada dirinya, namun ia menjauhkan diri dari sikap marah demi menjaga imannya.

Demikianlah, karena terjadinya atau tidak terjadinya sesuatu tidaklah sama baginya.

Bersikap seperti ini wajib karena Allah telah memerintahkan untuk berlaku sabar, sebagaimana firman-Nya,

وَاصْبِرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ

“Bersabarlah kalian. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Qs. al-Anfal: 46).

--

Tingkat ketiga adalah ridha, yaitu seseorang ridha terhadap musibah yang menimpanya bagaimana pun keadaannya.

Ia tidak merasa berat atas adanya musibah dan tidak menerimanya sebagai sesuatu yang berat.
Menurut pendapat yang kuat, bersikap seperti ini hukumnya boleh, tidak wajib.

Sangat jelas perbedaan tingkat ketiga dengan tingkat sebelumnya
karena pada tingkat ini ada atau tidak adanya musibah diterimanya dengan ridha.
Adapun pada tingkat sebelumnya, musibah itu dianggapnya sebagai sesuatu yang berat, namun ia menghadapi dengan sikap sabar.

--

Tingkat keempat, adalah syukur.


Inilah tingkatan tertinggi.
Ia bersyukur kepada Allah dalam menghadapi musibah karena ia menyadari bahwa musibah yang menimpanya menjadi sebab terhapusnya dosa-dosanya dan barangkali dapat memperbanyak pahalanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Apa pun bentuk musibah yang menimpa seorang muslim,

niscaya akan Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa dari dirinya,

sekalipun sebatang duri yang menancap pada dirinya.”

(Syaikh Ibnu Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rasail, juz 2, hal. 109-111)

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah.. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan.. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, di lemparnya uang. 1.000-an rupiah yang jatuh tepat di sebelah si pekerja..Si pekerja hanya memungut uang Rp 1.000 dan melanjutkan pekerjaanya..

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.. Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.....

Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita,ALLAH selalu ingin menyapa kita,akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur.. !!!!!Bahkan lebih sering kita tidak mau tau dari mana rejeki itu datangnya····

Bahkan kita selalu bilang····· kita lagi "HOKI!"Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik ALLAH .

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah! agar kita mau menoleh kepada ALLAH.

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Suatu hari Imam Al Auza`i melintasi seorang pedagang bawang di kota Bairut.

Betapa terkejutnya beliau ketika mendengar promosi pedagang bawang tersebut.

Pedagang itu menawarkan bawangnya dengan berkata:

"Aduhai bawang yang lebih manis dibanding madu."

Spontan Imam Al Auzai mengomentari promosi tersebut dengan berkata:

"Subhanallah, apakah pedagang itu mengira bahwaada dusta yang dibenarkan?"

nampaknya pedagang itu merasa tidak bermasalah bila dirinya berdusta.

(al bidayah wa an nihayah oleh Ibnu Katsir 10/126)

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Ketika kepala anda pusing seakan berputar tujuh keliling.

Ketika badan anda terasa sakit, seakan ditusuk tusuk duri.

Di saat anda berhadapan dengan masalah dalam rumah tangga.

Sewaktu anda menghadapi kesulitan dalam pekerjaan.

Apakah hal pertama yg anda lakukan?

Mencai obat,
Pergi ke dokter,
konsultan,
saudara
untuk berkeluh kesah,

atau
segera menengadahkan kedua tangan anda memohon kepada Allah?

Sejatinya manakah sumber solusi yang senantiasa anda prioritaskan?

Obat atau Allah?

Konsultan atau Allah?

Saudara atau Allah?

Namun mengapa betapa seringnya Allah menjadi tempat pengaduan terakhir anda?

Simaklah janji Allah berikut:

ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﺩﻋﻮﻧﻲ ﺃﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﺘﻜﺒﺮﻭﻥ ﻋﻦ
ﻋﺒﺎﺩﺗﻲ ﺳﻴﺪﺧﻠﻮﻥ ﺟﻬﻨﻢ ﺩﺍﺧﺮﻳﻦ

Dan Tuhan kalian berfirman: berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan permintaanmu.
sejatinya orang2 yg merasa enggan untuk beribadah( berdoa) kepada-Ku niscaya akan masuk neraka dalam kondisi terhinakan.

(Ghafir 60)

--

Selama ini solusi doa, baru menjadi solusi

"COBA COBA (kali aja bisa)",

"SIAPA TAHU (aja berhasil)",

"BARANGKALI (bisa keluar dari masalah ini)",

"DARI PADA TIDAK (pernah berdoa sama sekali, ya berdoa aja kepada Alloh)...."

Ya Allah limpahkanlah keimanan kepada kami semua.

-Ditulis ulang dari nasehat
ust. Dr Muhammad Arifin Badri -

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


Seseorang bertanya kepada al-Hasan albashri:

“Mengapa orang-orang yang shalat tahajjud memiliki wajah paling cerah di antara
manusia lainnya?’,

ia menjawab:‘Karena mereka menyendiri dengan sang Maha Pengasih, lantas
Dia mengenakan kpd mereka cahaya dari cahaya-Nya’.”

Dan ia juga berkata:
“Sesungguhnya seorang laki-laki telah berbuat dosa sehingga dg itu benar-benar ia tidak mampu untuk shalat tahajud.”

--

Ada seorang laki-laki berkata kepada seseorang yg shalih:
“Aku tidak bisa bangun untuk shalat tahajud, bagaimana cara mengatasinya?’

ia menjawab:
‘Janganlah engkau bermaksiat kepada-Nya pada waktu siang, niscaya Dia akan menghadapkanmu di hadapan-Nya waktu malam.”

--

Diriwayatkan dari Sufyan ats-Tsauri bahwasanya beliau berkata:
“Aku tidak bisa shalat tahajjud selama lima bulan sebab sebuah dosa
yang telah aku lakukan.”

--

Ibnul Mubarak menuturkan sebuah syairnya:

Tatkala malam telah gelap, mereka berusaha menahan kantuk tanpa belas..
Mereka tampak bersinar sedangkan manusia lain tetap tidur pulas..

Perasaan takut mengibaskan rasa kantuk sehingga mereka pun bangun tanpa malas..

Disaat yg sama banyak manusia lain yang merasa aman sehingga tetap tidur pulas..

--

Abu Sulaiman berkata:

“Orang-orang yang bangun malam terasa lebih nikmat daripada kondisi orang-orang lain saat dalam kelalaian mereka, kalaulah bukan karena malam, niscaya aku tidak ingin hidup didunia.”

--

Semoga nasehat nasehat ulama` diatas dapat menjadi pembuka mata kita disaat lengket untuk dibuka diheningnya malam, disaat seorang hamba diberi kesempatan istimewa untuk bermunajatt dg penciptanya..

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Dikirim pada 18 April 2013 di Gambleh


"Tradisi Yahudi & Nasrani Dalam Pemakaian Kerudung" by @Irena_Handono

Menarik sekali jawaban Menteri Dalam Negeri Italia, Giulliano Amato, menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia, 2010 lalu.


Kelompok ekstrim sekuler tersebut menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia.

Giulliano Amato: "Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya .......

.......... untuk menentang kerudung kaum Muslimah? Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung ....

...... Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini....?"

Wanita,berbusana longgar panjang dari leher hingga kaki&kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah

Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung.

Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandangan Yahudi & Kristen dalam memandang kerudung (penutup kepala).

Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature,

menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala bahkan harus menutup hampir seluruh muka,

dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno ,

Kata pendeta Yahudi kuno: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala"

dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,"

dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya.

Mengapa dilarang? karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang".

Dr Brayer juga mengatakan"Selama masa Tannaitic,wanita Yahudi yg tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya.

Dr.Brayer melanjutkan, "Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya.

Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya.

Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (dimuat dalam tulisan S. W. Schneider, 1984, hal 237).

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler.

Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi).

Content from Twitter

Nah, kemudian, kerudung dalam Tradisi Kristen.

Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia, sebelum 80-an, pakaian biarawati adalah jilbab,

pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Dulcemaria?).

Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis.

Kerudung panjang pada biarawati yang menutup dada, kemudian berubah menjadi kerudung sbg penutup rambut dan leher terbuka.

Padahal menutup kepala atau berkerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW.

I Korintus 11:5 "Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya .......

...... sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya."

I Korintus 11:13 "Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?"

St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis:"Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan,

.... demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing .......

..... dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja.

Maka, silakan, apa penyimpulan ananda mengenai #kerudung ? Masihkah ananda belum mau mengenakannya, padahal Yahudi saja mengharuskannya?

Kita, umat Islam, yg dianugerahi Al-Qur`anul Karim & sunnah Rasulullah SAW, lebih mengatur hukum tentang berhijab. Mari berhijab scr kaffah.

Mudah-mudahan sedikit yang disampaikan pagi ini, mampu membuka mata batin ananda yang belum berhijab, untuk segera berhijab.

Ummat yang memegang risalah yang sempurna, hendaknya melaksanakannya dengan sepenuh hati pula.

Dikirim pada 05 Maret 2013 di Gambleh


Ketika anda akan menikah dgn seseorang , ataupun saat ini anda sdh terikat dalam sebuah pernikahan.
Tentunya pernikahan itu melewati proses AKAD-NIKAH bukan?
Yang intinya berbunyi ;
``Aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya ,,,,,,,``

Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna `perjanjian/ikrar`` tersebut ?
Ini diaa -->

``Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku``.

Jika aku GAGAL?
``maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku``.
(Hadist Riwayat Muslim)

Duhai para istri,,
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arti_nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat oleh manusia di depan RABB nya, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Kita semua tau betapa besarnya pengorbanan dan tanggung jawab/beban sang ayah, atau laki-laki !!

Jangan baring ketika azan, nanti jenazah kita berat. Dan, jangan bercakap ketika azan, nanti kita tak dapat mengucap ketika hendak meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda "Sebarkan walaupun sepotong daripada ayatku"



Dikirim pada 25 Februari 2013 di Gambleh


Assalamu`alaykum...

Seorang ibu dari jemaah-ku bertanya ...

Jemaah :" Kang, bagaimanan kalau seorang anak"ingkar" ?,
padahal bapaknya seorang kiyai..."
Kang Dwin:" Jangankan kiyai..anak Nabi Nuh saja ingkar..."
"Nabi Luth... anak istrinya ingkar kepada ALLAH..."
"Nabi Ibrahim.....ayahnya yang ingkar kepada ALLAH.."
Jemaah :"....."
Kang Dwin:" apalagi hanya seorang kiyai..."

Setiap orang memiliki ujian masing-masing dari ALLAH...

...ada orang yang diuji dengan KEKURANGAN HARTA...
.....ada yang diuji dengan KELEBIHAN HARTA...
.......ada yang diuji dengan JABATANYANYA..
.........ada yang diuji dengan ISTRINYA...
...........ada yang diuji dengan ANAKNYA...
..............ada yang diuji TIDAK PUNYA ANAK...

Kita hanya manusia biasa dan bisa khilaf...
Bahkan Nabi Adam, bapak dari seluruh manusia yang ada di bumi dan pernah tinggal di syurga saja....bisa khilaf, apalagi kita...?

ISLAM sudah mengajarkan...
Walaupun seorang tokoh khilaf...
Kita tidak boleh membela hanya karena satu golongan...

Walaupun anak seorang pejabat yang khilaf...
Hukum harus ditegakkan sama seperti kepada rakyat biasa...

Sebagaimana ...
Rasulullah mengatakan " kalau saja putriku didapati mencuri, maka aku yang akan melakukan hukuman baginya..."

Begitupun...
Saat Presiden Umar bin Khatab diuji karena putera tercintanya melanggar hukum sehingga harus dilakukan hukum cambuk 100x....
Ayahnyalah yang melaksanakan hukum cambuk kepada sang buah hati....hingga puteranya wafat karena kehabisan darah...
Dan...
Sebelum Sang Presiden Umar wafat, beliau berucap...
"...maafkan ayah Nak...hal ini sangat berat untukmu dan untukku, tapi ini yang terbaik untukmu dan untuku dihadapan ALLAH kelak..."

Saudaraku...
Jangankan Kiyai...orang yang lebih mulia saja diuji dgn anaknya...
Bahkan keadilan harus tetap ditegakkan dengan tangannya sendiri...walaupun terhadap puteranya tercinta...

...Bagaimanakah dengan pejabat negri ini...?


Semoga bermanfaat.

Wassalamu`alaykum...
Kang Dwin
http://www.facebook.com/kang.dwin

Dikirim pada 25 Februari 2013 di Gambleh


Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung. "Untuk apa ?" tanya sang ayah. "Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil. "Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.
Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa." Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja." Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang." "Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."
Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya. "Hadiah apa nih?" "Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang."
Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal ?" Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."
Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. "Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !"
~~~
Perspektif
Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ? Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.
Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda.
Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.
Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong...........

Penulis: Sandman

Selamat bekerja ..............................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tetap Semangat .................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dikirim pada 22 Februari 2013 di Gambleh


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Saudaraku,

Ada banyak kearifan filosofi cara-cara sikap hidup positip dan Atitude yang baik yang dapat kita serap dari semua sisi :

Jika telur pecah oleh kekuatan luar. . Kehidupan-pun segera berakhir.
Jika telur pecah dari dalam. Maka kehidupan segera dimulai.
Hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

Ketika Anda mempercayai seseorang percayai dia sepenuhnya tanpa keraguan. . Pada akhirnya Anda akan mendapatkan salah satu dari dua hal berikut : Entah pelajaran berharga bagi hidup Anda atau Anda akan segera mendapatkan seseorang yang sangat baik . .

Prajurit: "Pak, kita dikelilingi oleh musuh dari semua sisi . . !!"
Komandan: "Excellen t!! Kita dapat segera menyerang mereka dari segala arah . . !!"

Saya mendengar dan saya lupa.
Saya melihat dan saya ingat.
Saya lakukan dan saya Memahami.

Semoga bermanfaat . .

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Amriwansyah Kumara

Dikirim pada 21 Februari 2013 di Milis Pengusaha Muslim


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Saudaraku,

Arthur Ashe adalah salah seorang pemain tenis legendaris kejuaraan Wimbledon yang sedang sekarat karena mengidap penyakit KANKER ganas.

Dari seluruh dunia, ia menerima surat-surat ucapan simpati dan ikut prihatin terhadap penderitaan yang dideritanya yang ditulis oleh para penggemarnya ......

Dari salah satu surat yang disampaikan, isinya menulis: "Mengapa Tuhan harus memilih Anda untuk suatu penyakit yang buruk?".

Untuk merespon kiriman surat ini Arthur Ashe membalas dan menjawab ...

"Di dunia ini lebih dari 50 juta anak telah mulai bermain tennis, 5 juta orang belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar tenis profesional, 50 ribu orang datang ikut berkompetisi ke sirkuit, 5000 mencapai grand slam, 50 mencapai Wimbledon, 4 pemain unggulan sampai ke semi final, 2 pemain akan terpilih ke final.

Ketika saya dengan penuh kebanggaan memegang dan mengangkat piala kemenangan saya, saya tentunya tidak pernah akan bertanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala dengan pertanyaan konyol "Mengapa saya?".

Dan hari ini aku sedang sakit parah karena kanker dan tentunya aku juga tidak pantas harus bertanya kepada Allah Azza Wa Jalla dengan pertanyaan "Mengapa saya?"

Semoga bermanfaat . .

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Amriwansyah Kumara

Dikirim pada 21 Februari 2013 di Milis Pengusaha Muslim


Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh,
Pebisnis Pengusaha Muslim yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta` ala,

Selama 2 hari kemarin (Hari Senin - Selasa di Hotel Grand Menteng - Matraman dan Wisata Matahari - Puncak) sebagai pelaku bisnis dan pengelola Cafe & Resto dan Restoran yang berdomisili di jakarta Timur saya dan seorang karyawan mendapatkan undangan untuk mengikuti sesi tatap muka dan pembekalan pengetahuan dari Sudin Pariwisata Jakarta Timur seputar dunia kepariwisataan.

Banyak informasi penting yang kami dapatkan selama pertemuan dan training tersebut (izin untuk sedikit "share" di milis ini ya . .), di antaranya terungkap bahwa berdasarkan data yang ada di sudin pariwisata dinyatakan bahwa ternyata industri yang kami geluti selama ini telah berkontribusi menyumbangkan pajak pendapatan yang lumayan besar bagi Jakarta Raya ini, yakni pada tahun 2011 lalu sumbangsih pendapatan pajaknya mencapai 2,5 Trilyun lebih.

Alhamdulillah walaupun bisnis yang saya geluti dan kelola ini masih kecil-kecilan ternyata ada "sedikit" sumbangsih peran kami melalui pajak yang kami setor untuk pembangunan Jakarta Raya ini.

Pada sesi acara tersebut, saya memperoleh tambahan pembekalan pengetahuan tentang :

1. Wonderful Indonesia (Wonderful Nature, Wonderful Culture, Wonderful People, Wonderful Food, Wonderful Value for Money)

2. Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan)

3. "Key success factors" untuk mencapai kepuasan Pelanggan / Pengunjung di bisnis kami : "From Service excellence to Care Excellence" : sebagai pelaku bisnis, kita harus terus mengedepankan pelayanan terbaik untuk pelanggan sehingga hal tersebut akan menjadi standard prosedur yang dijalankan setiap harinya di bisnis ini.

4. Tehnik dan cara branding berpromosi untuk industri Cafe & Resto dan Rumah Makan

5. Pengenalan dan penanganan cara & tehnik "Higiene & Sanitation" pada industri yang berbasis makanan terutama untuk operasional dapur / kitchen (Food Hazards , Personal Hygiene, Food Storage, Cleaning & Sanitizing Equipment, HACCP System)

Semoga dapat bermanfaat ya . .

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh,
Amriwansyah Kumara

Dikirim pada 21 Februari 2013 di Milis Pengusaha Muslim


Assalamualailum Warohmatulahi Wabarakatuh,
Dear Friends,
Apakah Anda tahu bahwa secara naluriah Burung Elang itu memiliki intuisi yang sangat tajam untuk mengetahui kapan badai akan datang mendekat ke wiayah di mana keberadaannya jauh-jauh hari sebelum peristiwa dahsyat itu terjadi?
Burung Elang akan terbang ke tempat yang lebih tinggi dan menunggu angin badai yang akan datang menerpa. Ketika badai menghantam wilayah itu ia akan segera mengepakkan sayapnya mengikuti aliran gelombang mengalir se-arah pergerakan "pusingan dan pelintiran" badai sehingga angin akan mendorong dan mengangkat tubuhnya melambung di atas wilayah zona pusaran badai tersebut.
Sementara badai sedang mengamuk di bawah, burung elang ini melonjak dan melayang-layang berselancar di atasnya.
Burung Elang tersebut tentunya juga tidak luput "terlibat" masuk ke dalam pusaran badai yang datang, tetapi bedanya dengan yang lain adalah bahwa burung elang Ini menggunakan "hiruk-pikuk" dahsyatnya hantaman badai ini untuk mengangkatnya lebih tinggi dan terus melambung lebih tinggi lagi, naik dan mengalir mengikuti lenggak-lenggok gerakan angin yang membawa badai itu.
Ketika badai kehidupan datang kepada kita - dan kita semua akan dan pasti pernah mengalami hal itu - kita dapat naik di atas mereka dengan menetapkan dan memantapkan pikiran serta keyakinan kita terhadap Zat maha sempurna penentu dan pemutus segala urusan.
Badai tidak harus mengalahkan kita. Kita bisa membiarkan pertolongan Sang Khalik untuk mengangkat kita di atas segala persoalan masalah rumit dan pelik itu.
Energi ini memungkinkan kita untuk naik di atas angin badai yang membawa penyakit, tragedi, kegagalan dan kekecewaan dalam hidup. Kita bisa melambung di atas badai.
Yang perlu diingat, bukan beban hidup yang berat itu yang membuat langkah maju kita menjadi terseok-seok, akan tetapi adalah bagaimana cara kita bersikap dan mengantisipasi setiap lini kemungkinan dalam kita MENANGANI mereka.
Setiap orang itu UNIK dalam cara2 mereka BERPIKIR, pada kemampuan BERKREATIVITAS mereka, dan cara masing-masing meng-handle apapun permasalahan yang sedang dihadapinya.
IDENTIFIKASI kekuatan Anda sendiri, dan akan tahu bahwa Insyaa Allah Anda sesungguhnya memiliki potensi "dahsyat" di dalam diri yang tersembunyi dan menunggu untuk segera anda munculkan.
Jangan biarkan kelemahan Anda menghambat SEJATI nya diri dan potensi Anda.
Apakah ANDA adalah seorang profesional, pebisnis, orang tua, atau pelajar sekalipun maka tidak akan pernah terlalu terlambat untuk menemukan dan mengembangkan kekuatan dan potensi terbaik yang berada di dalam diri Anda sendiri.
Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,
With Warmest Regards,
Amriwansyah Kumara



Dikirim pada 21 Februari 2013 di Milis Pengusaha Muslim


Assalamualaikum warohmatullahi Wabarakatuh,

Dear Fellow Friends,

Beberapa waktu yang lalu, pernah beberapa kali saya mencoba mengulas di milis ini mengenai karya fenomenal Stephen R Covey (misal, ulasan saya ditautan berikut : http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/message/46716), yang mana tulisan Covey ini sangat meng-inspirasi operasional manajemen kinerja bagi jutaan profesional dan pebisnis di seluruh dunia.

Melalui tulisannya "Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Paling Efektif" ini Covey telah mentransfer pengetahuan mengenai efektivitas terbaik pengelolaan "Time Management", "Performance Management", dan "Result Orientation Management".

Yuk, kita intip dan ikut pahami deskripsi pengertian-pengertian dasar dari isi tulisan di buku beliau ya . .

Menumbuhkan Kebiasaan :
Kebiasaan adalah perpaduan antara PENGETAHUAN, KETRAMPILAN, dan KEINGINAN. Pengetahuan berarti memahami apa yang harus diperbuat dan mengapa, dan Ketrampilan berarti mengerti bagaimana melakukannya, sedangkan Keinginan adalah motivasi atau hasrat untuk melakukan.
==>> Untuk membentuk kebiasaan, kita perlu mengembangkan ketiga unsur ini !!

Karakter dan Kepribadian :
Hubungan antara karakter dengan kepribadian dapat digambarkan sebagai gunung es. Puncak gunung es (kepribadian) adalah apa yang pertama kali dilihat orang. Meskipun citra, teknik, dan ketrampilan bergaul dapat mempengaruhi keberhasilan penampilan anda, bobot dari efektivitas yang sesungguhnya terletak pada karakter yang baik.

Karakter dan kecakapan :
Karakter-->> Orang dengan karakter atau watak yang kuat menunjukkan integritas, kematangan, dan mentalitas kelimpahan.
Kecakapan -->> Orang dengan kecakapan yang tinggi memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang tertentu.

Jadi perlu Anda sadari bahwa Untuk menjadi benar-benar efektif di bidang apapun, seseorang harus punya keseimbangan antara karakter yang kuat dan kecakapan tinggi. Apabila kedua unsur ini seimbang dimiliki, ia menumbuhkan sifat layak-dipercaya serta saling percaya terhadap orang lain.

Coba kita simak rangkuman sederhana dari "Tujuh Kebiasaan Manusia yang paling efektif" (7 habits of highly effective people by Steven Covey) ini :

Kebiasaan 1. Jadilah Proaktif (Be Proactive):
• Mengambil inisiatif (Taking initiative)
• Menjaga komitmen (Keeping commitments)
• Mengambil tanggung-jawab (Taking responsibility)
• Bersedia memikul Per-tanggung-jawaban terhadap hasil (Holding oneself accountable for results)
• Mengarahkan pengaruh positip terhadap hasil (Exerting a positive influence on results)

Kebiasaan 2. Mulai dengan tujuan akhir (Begin with the End in Mind)
• Mengembangkan Visi (Developing vision)
• Membangun / meng-klarifikasi pernyataan misi (Establishing/clarifying mission)
• Men-setting Tujuan / goals pribadi / tim (Setting team/personal goals)
• Mengkoneksi antara tujuan / goals terhadap prioritas misi yang kritikal (Aligning goals to mission-critical priorities)
• Berfokus pada hasil (Focusing on outcomes)

Kebiasaan 3. Dahulukan yang utama (Put First Things First)
• Meng-eksekusi strategi (Executing strategy)
• Ber-fokus pada hal-hal yang lebih penting dibandingkan hanya pada prioritas-prioritas yang mendesak (Focusing on important rather than merely urgent priorities)
• Mendefinisikan tugas-tugas untuk mencapai tujuan-tujuan kunci (Defining tasks to achieve key goals (Mendefinisikan tugas-tugas untuk mencapai tujuan-tujuan kunci)
• Meng-eliminir prioritas-prioritas lemah (Eliminating low priorities)
• Memprioritaskan tugas-tugas (Prioritizing tasks)
• Menggunakan alat-alat / Tools perencanaan untuk mencapai hasil terbaik (Using planning tools (Menggunakan alat-alat / Tools perencanaan untuk mencapai hasil terbaik)

Kebiasaan 4. Berpikir Menang-Menang (Think Win-Win)
• Peningkatan hubungan-hubungan bisnis (Improving business relationships)
• Efektivitas kolaborasi (Collaborating effectively)
• Bernegosiasi dalam kerangka semangat model menang-menang (Negotiating in a Win-Win mode)
• Menyelesaikan konflik (Resolving conflicts)
• Membuat perjanjian kinerja berbingkai menang-menang (Making Win-Win performance agreements)

Kebiasaan 5. Berusaha mengerti lebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand, Then to Be Understood)
• Berkomunikasi persuasif (Communicating persuasively)
• Meredakan situasi dengan tegangan tinggi (Defusing high-tension situations)
• Mendengarkan secara efektif (Listening effectively)
• Memberikan masukan yang produktif beserta umpan balik terbaik (Providing productive input and feedback)

Kebiasaan 6. Wujudkan sinergi (Synergize)
• Memanfaatkan keragaman (Leveraging diversity)
• Membuat keputusan / pemecahan masalah secara kolaboratif (Making decisions/solving problems collaboratively)
• Menilai perbedaan-perbedaan (Valuing differences)
• Kolaborasi kreatif (Collaborating creatively)
• Mengembangkan solusi inovatif (Developing innovative solutions)

Kebiasaan 7. Asahlah gergaji (Sharpen the Saw)
• Mencapai keseimbangan hidup (Achieving life balance)
• Melatih perbaikan di segala lini secara terus menerus (Practicing continuous improvement)
• Berlatih Pembaruan diri (Practicing self-renewal)

Semoga bermanfaat . .

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

With My Best Regards,

Amriwansyah Kumara

Dikirim pada 21 Februari 2013 di Milis Pengusaha Muslim


Assalamu`alaykum...


Doeloe... orangtua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak.....rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun...dan semua anak-anaknya bersekolah....

Sekarang....banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi kerja keras yang dijalaninya dan melebihi jam kerja orang tua kita.....rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan....

"Dan sungguh akan ALLAH berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta...."
(Al Baqarah (2) AYAT 155)

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern....

Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu....tapi tenang menjalani hidunya...
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, email, FB...yang seharusnya sangat mempermudah hidup ini....tapi tetap saja kita kerepotan dengan hidup ini....
Sampai-sampai...tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru...

...berangkat kerja, TERBURU-BURU....
.....pulang kerja, juga TERBURU-BURU....
........makan siang, TERBURU-BURU....
..........dilampu merah, TERBURU-BURU....
.............berdo`a pun, TERBURU-BURU....
.............bahkan sholatpun, TERBURU-BURU....

sifat diatas bukti dari Qur`an surat Al Isra` (17) ayat 11
" Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa"

Hanya mati........yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU....

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara ALLAH tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.

"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir...."
(Al Baqarah (2) AYAT 268)

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh ...

Nampaknya....banyak orang modern yang lebih memilih kehilangan ALLAH karena mencintai sesuatu daripada kehilangan sesuatu karena mencintai ALLAH.....

Hitung saja dalam 24 jam.....
...berapa jam kita ingat ALLAH..?
.....dan berapa jam kita ingat UANG..?

Kalau SHOLAT saja kita lakukan terburu-buru...?
.....bagaimana mungkin hidup kita akan TENANG....

Saudaraku....
.... hanya dengan banyak mengingat ALLAH sajalah, maka hati ini akan tenang.... (Qur`an Ar Rad (13) ayat 28)

Semoga bermanfaat,

Wassalamu`alaykum...
Kang Dwin

Dikirim pada 21 Februari 2013 di Gambleh


Oleh: Widiwahyu (Pemerhati SDM)

Masih ingat artikel saya tentang agent AF yang beroperasi ke PKS? Berikut Tulisannya

Dikirim pada 20 Februari 2013 di Gambleh


Oleh : Ceppy Indra Bestari - PusatHalal.com



Banyak Muslim Indonesia belum menyadari bahwa sehari-hari kita dikelilingi oleh bahan pangan haram maupun subhat. Bahkan mungkin tanpa disadari, tubuh kita dan keluarga kita telah terkontaminasi oleh bahan pangan haram. Padahal cukup jelas peringatan dari Rasulullah: “Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih pantas untuknya” (HR Tirmidzi).

Ketidaktahuan dan ketidak pedulian dari konsumen Muslim saat ini makin menumbuh suburkan maraknya produksi dan perdagangan pangan haram. Pada artikel ini PusatHalal.com ingin sedikit berbagi tentang realita di sekitar kita yang perlu diketahui, diwaspadai dan di siasati agar kita tidak terjebak untuk menggunakan atau mengkonsumsi bahan pangan haram dan subhat.

Setidaknya ada empat aspek yang perlu kita ketahui yang berperan besar dalam menghasilkan dan menyuburkan peredaran produk-produk haram dan subhat di sekitar kita yaitu :



1.Dampak Perkembangan Teknologi Pangan

Perkembangan teknologi pangan, selain berdampak positif bagi manusia, disisi lain perlu dicermati pula dampak negatifnya. Salah satu dampaknya adalah makin kompleksnya proses pengolahan dan distribusi bahan pangan, sehingga berpotensi terjadinya penggunaan atau pencampuran bahan haram. Hal ini mempersulit penentuan halal dan haramnya suatu produk pangan oleh kalangan awam karena perlu pengetahuan yang memadai untuk mengetahui apakah produk yang diproduksi halal atau tidak. Cara paling aman, masyarakat Muslim cukup mempercayakan kepada lembaga terkait yang berkompetensi untuk melakukannya. Namun mengingat produk-produk yang bersertifikat halal resmi masih relatif sedikit, karena terdesak kebutuhan dan ketidaktahuan seringkali masyarakat dengan mudah menganggap “halal” suatu produk yang belum bersertifikat halal hanya berdasarkan “asumsi” semata.

Satu contoh yang mudah saja, ketika memilih air mineral dalam kemasan, masyarakat dengan mudah “ber-asumsi” bahwa produk ini halal karena hanya air saja. Padahal kalau dicermati proses penyaringan air mineral, banyak pabrik menggunakan arang sebagai penyaring. Sedangkan arang ini banyak yang berasal dari tulang hewan yang di bakar. Jika arang ini diimpor dari Negara non-muslim, sangat besar kemungkinan berasal dari tulang babi (karena paling banyak dikonsumsi dan harganya jauh lebih murah). Dr Anton Apriyantono dalam beberapa tulisannya mengungkapkan kaidah fikih: jika bahan yang haram (walau sedikit) bercampur dengan yang halal, maka status dari bahan tersebut adalah haram. Jadi jangan heran atau dianggap berlebihan ketika membeli air mineral-pun kita perlu melihat logo halalnya. Walaupun yang tidak berlogo halal belum tentu juga haram, namun karena kemajuan teknologi ini, menurut hemat kami statusnya menjadi subhat, kecuali kita mengethui persis proses produksinya.

Artikel ini tidak akan membahas secara detail berkaitan teknologi pangan ini, namun hanya gambaran umumnya saja agar kita waspada dan “lebih memilih produk yang sudah berlabel halal resmi” dibanding yang tidak ada labelnya. Jangan sampai kita terjebak mengkonsumsi produk-produk haram gara-gara “asumsi” yang “asal” seperti diatas.

Dalam konteks makanan, Dr Anton Apriyantono mendefinisikan makanan halal sebagai berikut:

Tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi.
Tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan seperti : bahan-bahan yang berasal dari organ manusia, darah, kotoran-kotoran dan lain sebagainya.
Semua bahan yang berasal dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syari`at Islam.
Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan dan transportasinya tidak boleh digunakan untuk babi. Jika pernah digunakan untuk babi atau barang yang tidak halal lainnya terlebih dulu harus dibersihkan dengan tata cara syari`at Islam
Semua makanan dan minuman yang tidak mengandung khamar.
Dewasa ini konteks halal telah meluas tidak hanya untuk makanan dan minuman saja, namun juga obat-obatan, vitamin, supllemen, vaksin dan kosmetika. Karena tak jarang produk-produk tersebut menggunakan bahan haram dan najis.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh MUI yang diikuti team PusatHalal beberapa waktu lalu, saat membahas tentang teknologi pangan, kami ditunjukan dua buah peta berkaitan penggunaan dan distribusi bahan haram. Dua peta ini membuka mata kami tentang begitu kompleksnya penggunaan dan peredaran bahan haram dalam teknologi pangan. (lihat gambar 1 dan gambar 2 dibawah ini)

Gambar 1 adalah peta secara umum bahan-bahan haram yang sering digunakan dalam produksi produk pangan, obat dan kosmetika. Gambar 2 menggambarkan lebih detail salah satu bahan haram yang sering dipakai yaitu “babi”. Perhatikan bahwa hampir semua anggota tubuh babi digunakan dalam teknologi dan pembuatan produk pangan, kosmetik dan obat-obatan.

Kalau kita perhatikan dengan seksama peta-peta dibawah, bisa diambil kesimpulan bahwa banyak produk yang mungkin sekilas tidak mengandung bahan haram ternyata berpotensi mengandung bahan haram. Kemungkinan makin besar jika produknya atau bahan-bahanya di datangkan dari negeri non-muslim. Khusus babi, penggunaannya begitu luas mengingat kemudahan berkembang biak, pemeliharaan yang mudah dan harganya yang murah. Dijelaskan disini babi sekali beranak bisa mencapai 14 ekor (bandingkan dengan sapi dan kambing yang hanya 1-2 ekor). Makanannya pun mudah, karena babi memakan apa saja, termasuk (maaf) kotorannya sendiri.

Belum lagi kalau kita telisik tentang proses dan peralatan yang digunakan dalam produksi dan distribusi. Walau komposisi produk semuanya halal, namun jika peralatan yang dipakai dalam produksi dan distribusi digunakan juga untuk produk yang mengandung bahan haram, maka potensi pencampuran atau kontaminasi dari peralatan akan tetap ada.



Gambar 1 : Peta Bahan Pangan Haram (sumber LP-POM MUI)



Gambar 2 : Peta Babi (Sumber : LP-POM MUI)

Menurut Ust Nanung Danar Dono, dosen dan peneliti dari UGM penggunaan bagian-bagian tubuh babi sudah begitu meluas di dunia industri, diantaranya:

Lemak

•Lemak & gliserin : softdrink, bahan kosmetik (facial, hand & body lotion), sabun,bahan roti, eskrim, dll.

•Emulsifier : Lesitin, E471-E476, dll (tapi ingat tidak semua kode E merujuk ke Babi).

•Lard (lemak babi) : coklat, pengempuk / pelezat rerotian, masakan, dll.

•Minyak : penyedap masakan

•Bahan starter Vetsin (kasus Ajinomoto)

Daging

•Sumber protein hewani yang murah: ham, pork, sausage (sosis), dendeng

•Daging babi empuk, serat halus, dan rasanya lezat.

•Dapat dipakai sebagai campuran bakso, siomay, bakmi goreng, dll.

Tulang

•Industri pariwisata : patung, dll.

•Industri makanan/minuman : arang tulang sebagai filter penyaring air mineral.

•Industri obat : gelatin sebagai bahan soft capsule dan soft candy (permen), penghilang keruh fruit juice.

•Industri pertukangan : bahan lem, dll

Bulu

•Bahan kuas (BRISTLE): kuas roti, kuas cat tembok, kuas lukis.

•Laporan Badan Pusat Statistik (2002) : Periode Januari – Juni 2001, Indonesia mengimpor boar bristle & pig/boar hair se-jumlah 282,983 ton (senilai 1.713.309 US $)

Organ Dalam

•Transplantasi : ginjal, hati, jantung

•Plasenta : kosmetika (facial, hand & body lotion), sabun, dll.

•Usus : sosis, benang jahit luka, dll.

•Enzim pencernaan : amilase, lipase, tripsin, pankreatin, pepsin, dll.

Kotoran

• Pupuk tanaman apel di Jepang

• Pupuk sayuran (Baturraden,, Temanggung, Wonosobo, dll.)

• Darah babi untuk Black Pudding.

Kulit

Industri kulit (leather handicrafts): tas, sepatu, dompet, dll.
Jika sudah seperti ini, sekali lagi cara yang paling aman adalah memilih hanya produk yang sudah ada lebel halal resmi. Karena untuk mendapatkan label ini dilakukan audit yang sistematis dan menyeluruh mulai dari bahan baku/ingredient, proses produksi, peralatan produksi, kemasan, bahkan sampai ke komitmen dari manajemennya.

1.Dampak Derasnya Barang Impor dari Negeri Non Muslim.

Walaupun import bahan makanan dari luar negeri telah diatur sedemikian rupa, namun masih banyak impor yang dilakukan secara illegal. Sebutlah kasus masuknya paha ayam dari Amerika beberapa tahun silam atau masuknya hati sapi illegal yang lebih murah daripada lokal. Keduanya kemungkinan besar berstatus haram karena tidak disembelih secara Islami.

Belum lagi penggunaan produk impor yang tidak sesuai peruntukannya. Contohnya saja ada indikasi kulit babi yang diimpor untuk produk sandang, oleh oknum tertentu sisa-sisa potongannya dimanfaatkan juga untuk dijadikan krupuk kulit yang sekilas mirip dengan krupuk kulit dari sapi.

Untuk produk-produk dalam kemasan, masyarakat yang tidak hati-hati dan awam sering terkecoh membeli produk hasil impor yang belum jelas kehalanannya. Contoh saja coklat, keju, susu, biscuit dan sebagainya. Sepertinya “asumsi” yang salah seperti dibahas di atas ditambah tidak jelasnya keterangan ingredient yang dicantumkan dalam kemasan, (karena menggunakan bahasa dan istilah asing) memungkinkan terkonsumsinya produk haram ini oleh orang Muslim.

Selain produk pangan, perlu juga diwaspadai produk lainnya seperti kosmetik, obat-obatan, sabun mandi, pembersih wajah, bahkan bahan jaket, dompet, sandal, kuas bulu dan lainya yang kemungkinan berasal dari bahan haram.

Jangan sampai niat kita memebersihkan atau mensucikan tubuh malah menghasilkan hal sebaliknya. Contohnya saja mandi menggunakan sabun yang mengandung lemak babi, keramas dengan menggunakan shampoo yang mengandung tulang babi (untuk menimbuklan efek kilau seperti mutiara), atau mencuci muka dengan menggunakan pembersih muka yang mengandung karbon aktif yang berasal dari arang tulang babi.

Jangan pula sampai ibadah kita yang hanya bisa sah dilakukan setelah kita membersihkan diri dari najis justru di cemari najis. Ini bisa saja terjadi jika sehabis wudhu kita menggunakan sandal dari kulit babi, atau saat sholat di kantong kita ada dompet dari kulit babi. Walau ditinjau dari sudut pandang fikih masih ada perbedaan pendapat tentang haram dan tidaaknya penggunaan kulit babi ini, namun selayaknyalah kita berhati-hati dari kemungkinan tidak diterimanya ibadah kita.

2.Kecurangan dan pengelabuan oleh produsen dan pedagang

Persaingan yang ketat dalam dunia dagang, ditambah keinginan untuk mendapatkan keuntungan berlipat, tidak jarang membutakan mata hati para oknum pedagang untuk mengelabui pembelinya dengan barang-barang haram.

Kejadian yang sering terjadi adalah pencampuran daging haram seperti babi, daging bangkai (mati sebelum disembelih), daging tikus, anjing dan atau daging halal kadaluarsa yang di rekondisikan. Untuk daging segar mungkin sebagian masyarakat bisa membedakannya, namun untuk daging yang telah diolah menjadi masakan atau produk olehan seperti bakso, nugget dan lainnya cukup sulit untuk mendeteksinya.

Masalah lainnya adalah berkaitan dengan label halal yang “self claim”, dimana label tersebut di buat sendiri tanpa adanya pengujian oleh badan yang berkompeten. Ironisnya masyarakat Muslim banyak yang belum faham dan mudah percaya jika pada suatu produk, rumah makan, atau catering dicantumkan label halal. Mereka belum bisa membedakan label mana yang dikeluarkan oleh LP-POM MUI dan mana yang merupakan “self claim”.

3.Lemahnya regulasi dalam perlindungan konsumen Muslim

Sertifikasi Halal di Indonesia “tidaklah diwajibkan” namun bersifat sukarela. Hanya produsen yang “mau” mensertifikasi produknya dengan label halal yang terkena syarat sertifikasi halal. Ini menjadi ironi bagi negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini.

Disisi lain, implementasi dan pengawasan terhadap di patuhinya undang-undang ini juga dirasakan masih sangat lemah. Contoh kasus yang telah kita bahas diatas adalah masalah penggunaan label halal self claim. Padahal peraturannya, barangsiapa ingin mencantumkan label halal pada produknya maka dikenakan kewajiban untuk melalui proses dan persyaratan yang telah ditetapkan. Namun pelanggaran akan hal ini masih marak terjadi. (Lihat artikel “Mewaspadai Label Halal” untuk lebih jelasnya).

Contoh kasus lainnya adalah maraknya kecurangan dalam perdagangan seperti dibahas di muka, menunjukan betapa lemahnya pengawasan dan perlindungan terhadap masyarakat Muslim.

Apa yang harus Kita lakukan?

Mensikapi masalah-masalah yang diuraikan di atas, adalah menjadi urgent bagi kita seorang Muslim untuk mensiasati agar tidak menjadi korban dari kondisi ini. Yang paling utama untuk dilakukan adalah membekali diri dengan pengetahuan yang memadai dan kesadaran akan kewajiban menjaga diri dan keluarga dari barang haram.

Namun tentu saja ini tidak cukup. Sebagai bagian dari ibadah dan kewajiban kita bersama, adalah mewujudkan apa yang di perintahkan Allah SWT dalam diri, keluarga dan masyarakat kita, termasuk dalam masalah halalan toyyiban. Tidak bisa dikatakan Muslim sejati jika kita berdiam diri tidak melakukan apa-apa untuk merubah keadaan. Rasullullah bersabda : barangsiapa tidak peduli dengan urusan umatku, maka dia tidak termasuk golonganku. Maka sampaikanlah artikel sederhana ini ke saudara dan teman-teman Anda.

Pada artikel selanjutnya berjudul “Urgensi masyarakat Sadar Halal” akan dibahas lebih detail realita kesadaran masyarakat muslim, pentingnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dan bagaimana mewujudkannya.

Dikirim pada 20 Februari 2013 di Gambleh


Assalamu`alaykum...


Saat pertemuan disebuah Restauran tradisional besar...
Dan sang pelayan menawarkan jasa menu...aku tanya pelayan dengan suara pelan...

Kang Dwin : " Mas...masakannya tanpa Ang Ciu?
Pelayan : "....ehhh..."
Kang Dwin : "kalau tidak tahu, coba deh tanya koki atau manager.."
Pelayan : (datang kembali) "halal pak, tidak pake ang ciu.."
Kang Dwi :"kalau minumanya gimana..?"
Pelayan :" ini restauran tradisional & semua minuman HALAL..."
Kang Dwin :"...bener ?"
Pelayan :" iya..!, semuanya Pak"
Kang Dwin :"kalau ini apa..?"
(sambil menunjuk ke buku menu yang bertuliskan: Bir)
Pelayan :"................"

Banyak orang muslim maupun non muslim HANYA tahu bahwa yang dilarang/HARAM bagi muslim adalah daging babi saja...
Padahal...
Daging sapi bisa haram...bila disembelih tanpa BISMILAH...itulah mengapa sekarang aku sudah terlatih menyembelih SAPI dan DOMBA....

Kalau saja kita mau belajar...bahwa seorang muslim sejati dilarang/diharamkan memakan :
1. Daging babi
2. Darah
3. Bangkai
4. Hewan yang disembelih tanpa BISMILLAH
5. Minuman keras (bir, ang ciu, whisky, vodka, rum, tuak, anggur)

Sesuai dengan aturan ALLAH dalam Qur`an surat Al Maidah [5] ayat 3 dan 90.

Kalau saja kita mau sedikit belajar aturan bagi muslim dan sedikit saja buka sebuah kotak yang namanya Qur`an, tentunya kita akan semakin tahu makna hidup ini...
......tapi kebanyakan setelah sholat, kita lebih mendahulukan membuka HP daripada Qur`an...
.........bahkan nampaknya lebih sholeh HP daripada pemiliknya, karena HP nya berbunyi ayat suci tapi pemiliknya tidak bertambah hafalan Qur`annya....
..........jangan-jangan HP kita lebih layak masuk syurga daripada sang pemiliknya.... :)

Saudaraku...
...beri waktu untuk hati ini agar paham arti hidup...
......dengan membaca, sehingga ilmu bertambah...
........ukankah wahyu pertama yg diterima Rasulullah adalah perintah "MEMBACA" ?...
Kalau sudah TAHU.....mengapa kita MALAS MEMBACA....? :)

Semoga bermanfaat.

Wassalamu`alaykum
Kang Dwin
http://www.facebook.com/kang.dwin


Dikirim pada 20 Februari 2013 di Gambleh
20 Feb


Ada kisah haru dibalik ujian ini, simak ya:
Cerita dari Staff Dpw